Mantap! Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Menggembirakan

Penulis : Irwan Adhi Husada | Editor : Nurul Ikhsan

Jabarbisnis.com, Indramayu – Gencarnya vaksinasi Covid-19 dari berbagai lini di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu akhirnya membuahkan hasil. Kabar baik ini didapat setelah Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), Senin (23/8/21) malam, merilis cakupan percepatan vaksinasi di Jawa Barat dalam seminggu terakhir.

Dalam rilis tersebut, Kabupaten Indramayu masuk dalam 5 besar Kabupaten/Kota Kenaikan Persentase Cakupan Vaksinasi 7 Hari Ke Belakang bersama Kota Bogor dan Kota Cimahi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu dr. Deden Bonni melalui sambungan teleponnya,  Selasa (24/8/21). Menurut Deden, Indramayu masuk dalam peringkat 5 besar tingkat provinsi dalam 7 hari ke belakang, pertumbuhan (Growth) Cakupan Vaksinasi di Indramayu mencapai  9,75 persen.

“Cakupan vaksinasi 7 Hari ke belakang 9,75 persen. Cakupan saat ini 10,76 persen. Sedangkan pertumbuhan cakupan vaksinasi 10,33 persen,” katanya.

Deden menjelaskan, kenaikan cakupan vaksinasi ini tidak terlepas dari arahan Bupati Indramayu Nina Agustina Da’I Bachtiar agar melakukan vaksinasi covid-19 seluas-luasnya kepada masyarakat Indramayu di berbagai sektor. Maka, atas dasar itu, sejak seminggu yang lalu, pihaknya (Red: Dinkes) menambahkan jumlah vaksin dari berbagai sumber, tempat/sentra vaksinasi, kecepatan dari fasilitas kesehatan yang sudah ada, serta menambah jumlah fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi tersebut.

“Kita menambah jumlah fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi baik FKTP (klinik) maupun FKTL (rumah sakit). Dari yang semula hanya di Puskesmas dan RS Bhayangkara saja, kini di beberapa rumah sakit serta klinik juga melakukan vaksinasi Covid-19,” katanya.

Menurut Deden, saat ini ada 10 rumah sakit dan 8-10 klinik yang tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu sudah mulai aktif melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang dibuat seperti sekolah, kantor dan lain-lain. Sedangkan kecepatan vaksinasi/kuota pelayanan dari fasilitas kesehatan yang sudah ada juga ditambahkan dari yang semula hanya 100 orang/hari, kini menjadi 150-200/hari yang bisa dilayani.

Deden mengakui, naiknya cakupan vaksinasi ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Pemkab Indramayu dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu, pihak swasta, juga adanya kesadaran di masyarakat yang menginginkan vaksinasi untuk dirinya.

“Alhamdulillah. Dalam seminggu terakhir ini jumlah masyarakat yang ingin divaksin meningkat,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Deden mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan vaksinasi Covid-19 secara massal, khususnya kepada sukarelawan yang berasal dari Akper Saifuddin Juhri, Polindra, dan Stikes Indramayu yang telah membantu menyumbangkan tenaganya melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Sementara itu, data dari Pikobar menyebut, 5 besar Kabupaten/Kota Cakupan Vaksinasi 7 Hari ke Belakang adalah Kota Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sumedang.

Sedangkan 5 Kabupaten/Kota dari papan bawah adalah Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. Rata-rata di 5 kabupaten/kota tersebut pertumbuhan cakupan vaksinasinya antara 3-6 persen. (Agus MT/Dedy). ***

By Irwan Adhi Husada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya